LOTS Vs HOTS

LOTS Vs HOTS

Artikel ini dipicu oleh pertanyaan satu anggota group belajar whatsapp.

Tanggapannya cenderung songong sih, hehehe… tapi sesuai fakta dan kebutuhan. 

Maksudnya? ya, sesuai dengan kemampuan awal dari penanya sendiri yang faktanya, jangankan soal-soal kategori HOTS, soal kategori LOTS aja belum nyambung kok. 

Emangnya apa sih itu LOTS? HOTS apaan pula?

Taksonomi Bloom

HOTS (Higher Order Thinking Skill) awalnya dikenal dari konsep Benjamin S. Bloom dkk. dalam buku berjudul Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals (1956) yang mengategorikan berbagai tingkat pemikiran bernama Taksonomi Bloom, mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi. Konsep ini merupakan tujuan-tujuan pembelajaran yang terbagi ke dalam tiga ranah, yaitu Kognitif (keterampilan mental seputar pengetahuan), Afektif (sisi emosi seputar sikap dan perasaan), dan Psikomotorik (kemampuan fisik seperti keterampilan).

Konsep Taksonomi untuk menentukan tujuan belajar ini dapat kita sebut sebagai tujuan akhir dari sebuah proses pembelajaran. Jadi, setelah proses pembelajaran tertentu, siswa diharapkan dapat mengadopsi keterampilan, pengetahuan, serta sikap yang baru.

Nah, HOTS sendiri merupakan bagian dari ranah kognitif yang ada dalam Taksonomi Bloom dan bertujuan untuk mengasah keterampilan mental seputar pengetahuan. Ranah kognitif versi Bloom ini kemudian direvisi oleh Lorin Anderson, David Karthwohl, dkk. pada 2001. Urutannya diubah menjadi enam, yaitu:

  1. Mengingat (remembering)
  2. Memahami (understanding)
  3. Mengaplikasikan (applying)
  4. Menganalisis (analyzing)
  5. Mengevaluasi (evaluating)
  6. Mencipta (creating)

Tingkatan 1 hingga 3 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS: Lower Order Thinking Skill), sedangkan tingkat 4 sampai 6 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS).

Terus apa masalahnya dengan pemicu di atas yang jadi awal artikel ini? Kan bagus-bagus aja kalau siswa punya kesadaran tentang model soal HOTS.

Tentu saja bagus kalau tahapan-tahapan belajarnya sudah terpenuhi. Kenyataannya, lebih banyak siswa yang belajar secara acak, tanpa melalui proses dan tahapan yang benar. Harus dipahami terlebih dahulu bahwa kita bisa menyelesaikan model soal HOTS saat level soal LOTS sudah lancar jaya. Kalau level LOTS saja masih kelimpungan, bagaimana bisa mengerjakan soal HOTS?

Benahi dulu konsep dasarnya, kuasai dulu level LOTS. Ikuti tahapan dan lalui prosesnya. Baru kita bicara soal HOTS. Selamat belajar!

Gabung di sini, kamu akan merasakan tahapan belajar yang jelas dan terarah. Kuy ah!

Hits: 100

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *